Rabu, 26 November 2008


BANDEL BARENG

Selasa,25 November 2008 mungkin jadi hari paling bebas yang pernah aku lakukan secara kompak bersama seluruh teman-temanku kelas XII IPA 1 yang memang sudah terkenal kekompakannya seantero sekolah. Ini dia segelintir kebebasan yang kami lakukan tepat di perayaan hari guru itu.
Kebebasan pertama yaitu,setelah memberikan surprise kepada ibu Koto, wali kelas, kami langsung berbasa-basah ria. Awalnya sih Cuma sekdar nyole-nyolekin krim kue tart ke wajah. Namun salah seorang di antara kami ada ynag iseng dan langsung menyiram air ke kerumunan orang yang sedang sibuk mencari target utuk diolesi krim. Ternyata siram-siraman terus berlanjut sampai tak seorang pun yang biasa lari melindungi diri agar tidak basah. Jika mencoba untuk melrikan diri, pasti akan dikejar dan disiram dengan segalon air. Bahkan sampai ada ynag dijburin ke dalam bak kamr mandi. Kegiatan ini memang luar biasa anehnya. Sampai-sampai kelas tetangga bengong melihat aksi kami ini. Untungnya tak ad aguru yang lihat dan malarang kami. Jadi kami benar-benar bisa bebas berkotor-kotor ria sambil berfoto-foto yang memang sudah menjadi hobby satu kelas.
Kebebasan kedua, setelah berbasa ria, kami melanjutkan “party” ini ke kolam renang untuk berenang bareng. Tanpa ada pulang ke rumah untuk mengganti baju yang sudah basa. Dinginnya pun semakin menusuk kulit karena saat itu sedang turun hujan. Tau ga, kami ngelakuin ini sama sekali tanpa ada izin orang tua atau pihak sekolah dan dengan dana yang paas-pasan. Selain itu renang bareng ini dilakukan dengan pakaian sergam lengkap. Akhirnya kami harus pulang dalam keadaan basah.
Kebebasan ketiga, kami kompakan untuk tidak tambahan di hari itu. Padahl hari itu gurunya killer abis loh. Tapi ga apa-apalah demi kegiatan yang mungkin cuma akan ada sekali seumur hidup. Masalh dimarahi guru kekesikan harinya urusan belakang,yang penting jalan-jalan.
Setelah pulang dari kolam renang,perut tentu tersa lapar. Oleh karena itu perjalanan masih dilanjutkan. Tapi bedanya acara makan ini hanya dilakukan oleh sebahagian saja (pastinya aku ada) karena berbagai alasan yang membuat mereka tidak bisa ikuta. Walaupun hanya makan mie instant tapi terasa begitu nikmat.
Tuntutan alam yaitu mata yang mengantuk dan badan yang lelah membuat kami sangat merindukan rumah. Akhirnya kampi pun pulang dalam keadaan baju yang sudah kering di badan. Tapi hal ini justru menguntungkanku, karena mama pasti ga akan tau kalu aku baru saja pulang dari kolam renang. Hihihihihihi… I REALY FEEL FREE!!!!!!!!!!!!!!!!


DURIAN TIME………!!!!!!



Minggu,23 November 2008 aku pergi berpetualang ke kebun temanku di daerah Silandit. Tapi aku perginya ga sendirian. Ada aku pastinya, babang, dora si pemilik kebun, mirna, sandy, agung, fauzan, ramadhan, bonar, anggit, wahyu,saddam, madi, cuiy. Kita perginya naik kereta. Jadi kyak geng motor bebek gitu deh,,hehehe…
Pas lagi di perjalanan aja kita udah menghadapi banyak rintangan. Dimulai dari Sandy yang nabrak seorang kakak-kakak. Untungnya dia ga kenapa-kenapa. Tapanehnya kakak itu bukannya merasa kesakitan, eh tapi langsung minta ganti rugu karena nasi bungkus yang dipegangnya jatuh dan tumpah. Terpaksa deh Sandy ngluarin biaya tak terduga (hehehehe). Tantangan selanjutnya yaitu jalan ke kebunnya itu gawat benar. Kata aiu kita tu kayak orang naik kuda. Soalnya jalannya berbatu-batu,mendaki dan berlumpur. Tapi ga tau kenapa aku bisa loh melewatinya semua. Hebatkan???
Setibanya di kebun dora kami langsung disuguhi dengan banyak durian. Semua langsung berebut makannya. Hmmm,yummy..yummy… Selesai makan durian,kami berpetualang dengan menaiki bukutny yang lumayan bikin capek. Selama mendaki kami tak pernah lepas dari jepretan kamera. Selogan “abadikan setiap moment” memang pas sekali menggambarkan kenarsisan kami ini. Saking semangatnya berfoto, salah seorang dari kami ampai ada yang jatuh.
Setelah lelah memandaki kami pun turun. Eh,ternyata di bawah sudah disiapkan makan siang lengakp ikan mas dan lele panggang hasil racikan mama dan tante dora. Yahui,makannya terasa begitu lezat.
Ops,ternyata petualangan kami bukan cuma sampai di situ. Selesai makan siang,kami mendaki bukit lagi,tapi bukit yang berbeda. Selama petualngan ini,kami para kaum hawa sempat dijahili sama yang lainnya. Motivnya sih ada anjing katanya. Tapi entah kenapa kami percaya dan langsung lari terbirit-birit. Tapi yang paling parah pas mereka bunyiin suara jeritan anak kecil. Sumpah saat itu aku sendiri saja ketakutan setengah mati. Duduk-duduk di lereng bukit sambil bercerita dan dtemani dengan angin yang berhembus sepoi-sepoi memang jadi kegiatan yang apling menyenangkan. Tak terasa suadah begitu lama kami duduk di sana.
Karena sudah sore kami pun bergegas pulang. Tapi sebelum pulang ke rumah masing-masing, kami singgah dahulu di rumah Akmal utuk memberikan durian titipan dora. Eh,ternyata duriannya dimakan ramai-ramai oleh akamal dan kami semua kecuali aku dan mirna. Setelah duriannya habis kami pulang.
Oh iya, sebelum pulnag kami masih singgah lagi di kedai depan sekolah. Dan di sana kejadian lucu,yaitu pas kunci kereta Sandi jatuh keparet karena berebut rokok. Terpaksa deh dia harus turu ke paret yang bau dan gelap untuk mengambil kuncinya. Hahaha…
Pokoknya hairi ini aku senang… Dasar muko parmayam. TO ADZKIA terleawatkan pun demi jalan-jalan ga apa-apa. Hehehe…

Sabtu, 22 November 2008

Pengemiskah GURU??????


Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Kalimat ini ini memang kedengaran begitu klise apalagi di zaman sekarang. Seperti yang banyak kita rasakan, mungkin hanya satu atau dua guru saja yang tidak mengharapkan pamrih. Bahkan ada seorang guru yang pernah mengatakan begini pada saya,“ Guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa itu dulu. Sekarang tidak lagi. Sekarang adalah guru profesional.”
Jadi sebenarnya apa maksud guru profesional itu? Apakah guru profesional adlah guru yang mendidik dengan mengharapkan imbalan? Dimana letak keprofesionalannya? Bagaimana bangsa ini bisa melahirkan bibit unggul kalau gurunya saja pamrih?
Bahkan tak jarang pula guru yang memanfaatkan muridnya sebagai lahan mencari pendapatan sampingan. Banyak kita temui sekarang guru-guru yang mau disuap demi mendapatkan “gaji tambahan” dari muridnya. Mereka mau menaikkan nilai anak didiknya walaupun mereka tahu kemampuannya tidak seberapa. Ada juga guru yang memakasa muridya untuk membeli buku darinya. Padahal si murid bisa membeli buku yang sama tapi bekas dengan harga yang lebih murah. Apa maksudnya? Tentu saja sudah ada sabotase di balik ini semua.
Selain itu, sehubungan dengan Hari Guru, di setiap sekolah pasti siswa dikenai biaya. Okelah, hal ini memang bisa dimaklumi. Ya hitung-hitung sebagai tanda terima kasih kepada guru. Tapi herannya, mengapa toh ada juga guru yang menentukan sendiri kado apa yang harus diberikan kepadanya, sehingga menyebabkan biaya yang terlalu tinggi dan memberatkan siswa. Alasan melakukannya kerena ingin dihargai. Maaf, dengan melakukan itu mereka terlihat semakin tidak berharga. Seolah-olah mereka bisa dihargai oleh anak didiknya dengan uang. Menurut saya, tidak begitu caranya menghargai guru. Dengan kita memberikan sesuatu dengan ikhlas tanpa ada mengeluh dalam hati, itu lebih berharga dibandingkan dengan barang semahal apapun tetapi tidak ikhlas.
Hal ini menimbulkan pertanyaan di batin saya. Se”miskin” itukah guru,hingga terlihat seperti pengemis di hadapan murid-muridnya?? Tidakkah ada lagi guru yang dengan ikhlas hati mendidik kami generasi perus mereka?? Apakah KKN itu sudah meraja lela di kalangan guru-guru???
Guru-guru kami yang baik, tetaplah seperti dulu. Sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Karena kesuksesan anak didikmu adalah kesuksesanmu juga...


The special gift for my lovely teachers…
HAPPY BIRTHDAY
22 November 2008

Label: